Kamis, 21 Maret 2013

PERUBAHAN“WARA DI RIMA NDAI”PEMUDA


PERUBAHAN“WARA DI RIMA NDAI”PEMUDA

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.”
(Hasan al-Banna)
 ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
Tidak dapat disangkal lagi, kualitas generasi muda kita merupakan cerminan masa depan daerah BUMI NGGAHI RAWI PAHU. Suatu daerah yang gagal membina generasi muda – moralitas dan kapabilitas- akan menjadi daerah pecundang dikemudian hari.
sesungguhnya kita memiliki banyak sekali generasi pandai di berbagai bidang yang ada didaerah namun tidak ada yang realita. Baik karena upaya intelektual tinggi maupun strata pendidikan yang tinggi hingga bergelar doktor dan profesor di raih oleh generasi bumi NGGAHI RAWI PAHU. Daerah khususnya daerah yang kita cintai “BUMI NGGAHI RAWI PAHU” juga memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang luar biasa besar . Namun, semuanya tidak berdaya mengangkat derajat daerah karena rusaknya moral yang membuat putaran roda generasi yang tidak bertenaga.
3K (Korupsi, Kolusi & kekuasaan) yang merajalela, mengapa seperti itu “jawabanya adalah karena generasi tidak punya modal yang mendasar sehingga tidak mampu membawa perubahan di tingkat daerah” . Bayang-bayang kemunduran atau bahkan kepunahan sebagai daerah tampak begitu mencekam menakutkan untuk jangka panjang di daerah “BUMI NGGAHI RAWI PAHU”.
Suatu bangsa terutama di tiap” daerah, tak pernah luput dari peran pemudanya. Jika kita tengok kembali sejarah, kita akan melihat beberapa peran pemuda yang sangat berpengaruh terhadap nasib negeri ini. Tahun 1908 berdirilah sebuah organisasi yang digagas oleh pemuda, yaitu Budi Utomo.
Kemudian, 20 tahun setelahnya, yaitu tahun 1928 lahirlah sumpah pemuda, dimana semua pemuda representasi daerah di tanah air bertemu, dan mengikrarkan sebuah sumpah yang kita kenal dengan Sumpah Pemuda yang menyatakan bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tahun 1945 saking membara keberanian para pemuda menculik Sokarno. Kemudian, saat rezim otoriter berkuasa, pada tahun 1998 para pemuda berhasil menggulingkan pemerintahannya, dan mulai meyampaikan aspirasi rakyat.
Terus bune poda ja haba pemuda NDAI SANAI AKE…? DI BUMI NGGAHI RAWI PAHU …?
Berbeda dengan pemuda zaman dulu yang sering menyuarakan aspirasi rakyat dengan melakukan aksinya dengan turun ke jalan, pemuda saat ini lebih cenderung bergerak di dunia internet (GOOGLE.COM), game POKER, dunia grup FACEBOO.COM bahkan tiada hari tampa FACEOOK.COM. Bukan berarti aksi turun ke jalan itu menjadi tiada, tetapi cara untuk menyampaikan aspirasi dan cara untuk mengabdi terhadap masyarakat menjadi lebih beragam.
Perkembangan teknologi saat ini memang menciptakan sebuah budaya yang berbeda dari pada budaya sebelumnya. Internet yang masuk ke Indonesia, mulai mempengaruhi kehidupan penggunanya sampai di seluruh pelosok apalagi dibumi kita bumi “NGGAHI RAWI PAHU”. Ada banyak komunitas atau perkumpulan pemuda saatini yang bergulir di tataran masyarakat yang selogannya adalah PERUBAHAN dan didominasi oleh MAHASISWA, apalagi mahasiswa di daerah bumi “NGGAHI RAWI PAHU” dari tahun ketahun selalu meningkat yang masuk ditiap-tiap Universitas, Institut negeri maupun swasta, dari Sulawesi Selatan sampai DKI Jakarta, Sebut saja  Himpunan Pelajar MAhasiswa Dompu, Himpunan Mahasiswa Pemuda Dompu, Ikatan Mahasiswa Dompu, Ikatan Mahasiswa Dompu Timur, Himpunan Pemuda Donggo, serta banyak lagi yang dari berbagai Organisasi pengguyuban yang tidak dapat disebut lagi . Semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu membangun jejaring di antara pemuda, untuk kemudian bersama-sama melakukan hal positif, yang bermanfaat bagi masyarakat dan mewujudkan daerah bumi NGGAHI RAWI PAHU yang lebih baik dan makmur , tapi kadangkala di daerah kita ada sebagian pemuda yang selalu bersama pemerintah atau yang berkepetingan serta mencari MAKAN & NAMA,  serta dilihat dari sisi kekeluargaan.
Beragam kegiatan yang dilakukan berbagai komunitas pemuda ini untuk berbakti pada masyarakat, misalnya Baksos, Sunatan masal, turun ke daerah-daerah bencana, advokasi, bekerja sama dengan para petani dalam menjalankan sosial bisnis, dsb.
TUANG GURU BAJANG, dalam sebuah seminar pernah menyampaikan, ia merasa khawatir terhadap pemuda saat ini. Khawatir generasi muda sekarang yang akan menggantikan orang-orang penting di daerah ini, tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi setelah rezim otoriter digulingkan, tidak membawa perubahan yang signifikan malah sibuk mementingkan kelompoknya, ONLINE, FECEBOOK.COM serta mencari nama di daerahnya sebagai pemuda pemberani, pemuda Intelektual serta pemuda yang tidak ada saingannya dengan para Aktor, artis, pemain Bola dll. Tapi, optimisme itumasih ada. Semoga  pemuda saat ini bisa membawa tiupan angin perubahan bagi daerah tercinta bumi NGGAHI RAWI PAHU.  Ketika pemuda tumbuh dalam suasana yang mendukung, harapannya ia akan menjadi pemimpin yang bisa diandalkan di masa mendatang yang mampu membawa perubahan  yang RADIKAL [EKstrik] untuk rakyat BUMI NGGAHI RAWI PAHU”
Wara nee sodi sa toi ta PEMUDA..??? Apa yang harus dilakukan oleh pemuda saat ini..?
Setiap pribadi itu unik, maka tetaplah menjadi diri sendiri. Bagi Kawan-kawan yang mempunyai kemampuan di dunia politik, mulailah untuk mengasah kemampuan dalam berpolitik, misalnya memahami fenomena sosial yang terjadi sekarang di daerah bumi NGGAHI RAWI PAHU. Siapa saja berhak untuk berpolitik, tetapi jika hanya mempunyai kemampuan tanpa dibarengi dengan kapabilitas, ini hanya akan membuat panggung politik seperti laboratorium percobaan saja.
Bagi generasi muda (lenga doho ma sena londo demo ndi ncai ro kantor-kantor para karawo rakyat), pastikan bahwa hal yang anda perjuangkan memang layak diperjuangkan. [wara kai londo ro demo ndi ncai ake], biasanya akan mengundang perhatian media massa, dan syukur-syukur permasalahan ini di muat di media, sehingga akan banyak orang yang senang terhadap issue yang diperjuangkan sehingga rakyat pun akan ikut dengan gerakan pemuda.
Bagi (lenga doho) teman-teman yang berkecimpung di dunia seni dan sastra, bisa menyalurkannya lewat karya-karya berupafiksi, teatrikal, puisi, lagu dan karya seni lainnya. Apapun, bisa dilakukan oleh pemuda.Tak usahlah menunggu mapan dulu, baru melakukan sesuatu. Mulailah latih darisekarang, untuk mengasah kepekaan kita. Pepatah pernah mengatakan, [AINA SODI AKA DAERAH NDAI BUMI NGGAHI RAWI PAHU KE AU RA MBEIna AKA NDAI MENA, TAPI SODIPU AKA SARUMBU NDAI, AURA MBEIPU NDAI AKA DANA RO RASA TERCINTA TERUTAMA BUMI NGGAHI RAWI PAHU AKE].
Pemuda jaman dulu, dihadapkan pada sebuah keadaan yang mengharuskan mereka mengangkat senjata sekalipun bambu runcing atau mengaharuskan mereka turun ke jalan. Sekarang, pemuda mempunyai fasilitas yanglebih memudahkan, serta  pendidikan yang lebih mudah diakses, tinggal mau atau tidaknya berbuat sesuatu untuk masyarakat.
OLEH KARENA ITU,  SELALULAH BANGKIT PEMUDA GENERASI BUMI NGGAHI RAWI PAHU UNTUK DAERAH YANG KITA CINTAI INI, JANGAN PERNAH GENTAR DENGAN KEKUASAAN, KEPENTINGAN RO JENGGE DOU MA NGAHA PITI RAKYAT.  SEMASIH KITA MEMPERJUANGKAN APA YANG KITA PERJUANGKAN ITU  UNTUK RAKYAT SEMATA DENGAN NIAT MALILAHITA’ALA [SECARA KASAR NA “AINA DAHU RO SURU DI HIDI KA KIDI KAI MA NCIHI RO PODA]”.
HIDUP PEMUDA…!!!
HIDUP PEMUDA…!!!
HIDUP GENERASI BUMI NGGAHI RAWI PAHU…!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar